Muslim-Mukhlisin: Perjalanan Menuju Kedekatan dengan Allah
Pendahuluan
Dalam pandangan tasawuf, perjalanan seorang hamba menuju Allah disebut Suluk Ilallah (perjalanan menuju Allah). Perjalanan ini bukan sekadar peningkatan ilmu, tetapi juga peningkatan kualitas hati, iman, dan amal.
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa seorang hamba akan melalui beberapa tingkatan ruhani, yaitu:
- Muslim / Muslimah
- Mukmin
- Muhsin
- Muttaqin
- Mukhlisin
Tingkatan ini menunjukkan semakin kuatnya hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.
1. MUSLIM / MUSLIMAH
(Orang yang Berserah Diri kepada Allah)
Pengertian
Muslim adalah orang yang telah mengucapkan syahadat dan tunduk kepada hukum-hukum Allah secara lahiriah.
Islam berasal dari kata:
أسلم - يُسْلِمُ yang berarti: "Menyerahkan diri."
Dalil Al-Qur'an
Allah berfirman:
"Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam."
(QS. Ali Imran: 19)
Allah juga berfirman:
"Barang siapa mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidak akan diterima darinya."
(QS. Ali Imran: 85)
Ciri-ciri Muslim
- Mengucapkan syahadat
- Melaksanakan shalat
- Berpuasa
- Membayar zakat
- Menjalankan syariat Islam
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Islam dibangun atas lima perkara..."
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. MUKMIN
(Orang yang Beriman)
Pengertian
Mukmin adalah seorang Muslim yang keislamannya telah meresap ke dalam hati sehingga melahirkan keyakinan yang kuat.
Jika Islam berbicara tentang amal lahiriah, maka iman berbicara tentang keyakinan batin.
Dalil Al-Qur'an
Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka."
(QS. Al-Anfal: 2)
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ciri-ciri Mukmin
- Hatinya hidup
- Takut kepada Allah
- Yakin kepada hari akhir
- Mencintai kebaikan
3. MUHSIN
(Orang yang Berbuat Ihsan)
Pengertian
Muhsin adalah orang yang beribadah seolah-olah melihat Allah.
Tingkatan ini lebih tinggi daripada Mukmin.
Hadis Jibril
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu."
(HR. Muslim)
Dalil Al-Qur'an
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan."
(QS. An-Nahl: 128)
Ciri-ciri Muhsin
- Selalu merasa diawasi Allah
- Ikhlas dalam amal
- Menjaga akhlak
- Tidak mencari pujian manusia
4. MUTTAQIN
(Orang-orang Bertakwa)
Pengertian
Muttaqin adalah orang yang selalu menjaga dirinya dari segala sesuatu yang dimurkai Allah.
Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib:
"Takwa adalah takut kepada Allah Yang Maha Mulia, mengamalkan Al-Qur'an, ridha dengan yang sedikit, dan bersiap menghadapi kematian."
Dalil Al-Qur'an
Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."
(QS. Al-Hujurat: 13)
Dalil Lain
"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Baqarah: 2)
Ciri-ciri Muttaqin
- Menjaga diri dari dosa
- Menjaga hati dari penyakit hati
- Selalu muraqabah
- Mengutamakan ridha Allah
5. MUKHLISIN
(Orang-orang yang Tulus dan Dimurnikan)
Pengertian
Mukhlisin adalah puncak perjalanan spiritual seorang hamba.
Mereka beramal hanya karena Allah tanpa mengharapkan pujian, penghargaan, ataupun balasan manusia.
Dalam tasawuf, inilah maqam yang sangat tinggi.
Dalil Al-Qur'an
Allah berfirman:
"Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Allah juga berfirman:
"Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka."
(QS. Shad: 83)
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ciri-ciri Mukhlisin
- Tidak mencari popularitas
- Tidak bangga terhadap amalnya
- Tidak sedih ketika tidak dipuji
- Selalu merasa kurang di hadapan Allah
Urutan Tingkatan Menurut Tasawuf
MUKHLISIN
↑
MUTTAQIN
↑
MUHSIN
↑
MUKMIN
↑
MUSLIM
Penjelasan
Muslim ➡ Menjalankan syariat.
Mukmin ➡ Syariat telah masuk ke dalam hati.
Muhsin ➡ Beribadah dengan kesadaran bahwa Allah selalu melihatnya.
Muttaqin ➡ Menjaga diri dari segala yang menjauhkan dari Allah.
Mukhlisin ➡ Hanya Allah yang menjadi tujuan hidupnya.
Kisah Inspiratif Sahabat
Abu Bakar As-Shiddiq Sang Mukhlis
Ketika Perang Tabuk, Rasulullah ﷺ meminta para sahabat bersedekah.
Sahabat-sahabat datang membawa harta mereka.
Sayyidina Umar membawa setengah hartanya dan berkata dalam hati bahwa hari itu mungkin ia bisa mengungguli Abu Bakar.
Namun Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya.
Rasulullah ﷺ bertanya:
"Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?"
Abu Bakar menjawab:
"Aku tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka."
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Inilah contoh puncak keikhlasan (Ikhlas).
Abu Bakar tidak mencari pujian, melainkan ridha Allah semata.
Kisah Inspiratif Sahabat
Umar bin Al-Khattab Sang Muttaqi
Umar dikenal sangat takut kepada Allah.
Beliau pernah berkata:
"Seandainya ada seekor keledai yang terperosok di Irak, aku khawatir Allah akan menanyakannya kepadaku mengapa aku tidak meratakan jalan untuknya."
Ini menunjukkan tingkat takwa yang luar biasa.
Pesan Tasawuf
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa tujuan hidup seorang mukmin bukan sekadar menjadi Muslim secara lahiriah, tetapi terus meningkatkan diri hingga mencapai maqam ihsan, takwa, dan keikhlasan.
Semakin tinggi maqam seseorang, semakin kecil pandangannya terhadap dirinya dan semakin besar pengagungannya kepada Allah SWT.
Kesimpulan
Perjalanan spiritual seorang hamba adalah:
Muslim → Mukmin → Muhsin → Muttaqin → Mukhlisin
- Muslim taat dengan anggota badan.
- Mukmin beriman dengan hati.
- Muhsin merasa diawasi Allah.
- Muttaqin menjaga diri dari murka Allah.
- Mukhlisin memurnikan segala amal hanya untuk Allah.
Semoga Allah menjadikan kita bukan hanya Muslim, tetapi juga Mukmin, Muhsin, Muttaqin, dan akhirnya termasuk golongan Mukhlisin yang dicintai-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar