Pengertian Dakwah
Dakwah Islamiyah yang benar dan lurus memiliki karakteristik sebagai berikut:
Rabbaniyyah (Berorientasi Ketuhanan)
Dakwah yang benar haruslah berorientasi ketuhanan. Bertujuan hanya menyeru kepada Allah Ta’ala dan agama-Nya, dan bukan bertujuan mencari keuntungan duniawi: harta kekayaan, kedudukan, popularitas, dan sejenisnya.
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’” (QS, Yusuf, 12: 108)
Islamiyyatun Qabla Jam’iyyatin (Islamisasi sebelum Organisasi)
Dakwah Islamiyah yang benar, berkarakter Islamisasi sebelum organisasi. Prioritasnya adalah ‘memasarkan Islam’, bukan ‘memasarkan organisasi’, karena organisasi hanyalah wadah, dan hanya akan berjalan dengan baik dan kokoh jika proses islamisasi pribadi berjalan baik. Pengenalan dan ajakan kepada jam’iyah diperlukan apabila mad’u telah melewati tahapan tabligh, ta’lim, dan takwin.
Syamilatun Ghairu Juz’iyyatin (Menyeluruh dan Tidak Parsial)
Dakwah Islamiyah bersifat menyeluruh mencakup seluruh nilai-nilai ajaran Islam, tidak hanya berfokus pada satu bagian ajaran Islam. Dengan begitu umat diharapkan dapat memahami Islam secara utuh mencakup aqidah, syariah, dan akhlak.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah, 2: 208)
Tujuan Dakwah
Untuk tujuan dakwah Islamiyah diartikan sebagai upaya mengajak, meyakini, dan mengamalkan aqidah dan syariat Islam. Wujud dari tujuan dakwah dalam Islam tak lain agar terwujud kebahagiaan serta kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullahshallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)
Unsur - Unsur Dakwah
1.Da'i (Pemberi Pesan)
2.Mad'u (Pendengar)
3.Pesan Dakwah (Isi Dakwah)
-Aqidah Seperti Keyakinan terhadap rukun iman
-Syari'ah seperti Shalat,Puasa,Zakat,Haji/Umrah,Sedekah,Infaq,waqaf
-Akhlak seperti adab dan kegiatan muamalah Contohnya Jual beli,Pinjam-Meminjam,Pernikahan,pengurusan jenazah & Mawaris
4.Media Dakwah (Sarana) yaitu Alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dakwah
5.Efek Dakwah (Respon) yaitu dampak yang ditimbulkan setelah menyampaikan pesan dakwah misalnya mendapat kepopuleran,Disenangi,dicaci maki,dibantah dan lain-Lain
6.Metode Dakwah (Cara / Strategi) yaitu jalan menuju kepada sesuatu yang ingin dicapai berupa usaha dan langkah-langkahnya.
Macam - Macam Dakwah Dalam Islam
1. Dakwah Fardiah
Merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada individu lain (satu orang) atau kepada banyak orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Biasanya, dakwah fardiah berlangsung tanpa adanya kesiapan dan tersusun secara tertib.
2. Dakwah Ammah
Dakwah Ammah adalah jenis dakwah yang dilaksanakan seseorang dengan media lisan yang diarahkan kepada orang banyak dengan tujuan memberi pengaruh kepada orang lain.
3. Dakwah bil-Lisan
Dakwah bil-Lisan yang adalah dakwah yang secara langsung disampaikan dalam wujud lisan sehingga ada interaksi yang terjalin antara pemberi dakwah dengan orang yang mendengarkan dakwah tersebut.
Dakwah lisan atau dakwah langsung, seseorang bisa langsung mendengarkan dan memahami apa yang telah disampaikan oleh pemberi dakwah, jika ada hal-hal yang belum dipahami, maka orang tersebut bisa langsung menanyakan langsung hal tersebut agar lebih jelas dan mampu dipahami.
4. Dakwah bil-Haal
Dakwah bil al-Haal merupakan dakwah yang mengutamakan perbuatan nyata. Dakwah jenis ini dilaksanakan dengan maksud tidak cuma membuat pendengar memahami arti yang disampaikan dari dakwah tersebut, tapi juga mengaplikasikan berbagai perbuatan yang dicontohkan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian, orang yang mendengarkan dakwah tidak cuma memaknai sebuah kebaikan dan keburukan, tapi juga mampu melaksanakan nilai-nilai kebaikan tersebut dan menjauhkan nilai-nilai keburukan dalam kehidupan sehari-harinya.
5. Dakwah bit-Tadwin
Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif.
Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada.”
6. Dakwah bil Hikmah
Dakwah bil Hikmah yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yakni melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah bisa melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Kata lain dakwah bi al-hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif.
Menurut bahasa metode berasal dari bahasa Yunani methodos yang merupakan kombinasi kata meta (melalui) dan hodos (jalan), dalam bahasa Inggris metode berarti method yang berarti cara.
Sedangkan pengertian metode secara istilah metode adalah jalan yang kita lalui untuk mencapai tujuan.Metode juga dapat diartikan sebagai suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian.
Adapaun Metode Dakwah dibagi menjadi 3 Bagian,Yaitu :
1.Bil Hikmah
Hikmah dipahami dalam arti pengetahuan tentang baik dan buruk, serta kemampuan menerapkan yang baik dan menghindar dari yang buruk. Sekali lagi, ayat sebelum ini menjelaskan dua jalan, jalan Allah dan jalan setan.
2.Wal Mauizatul Hasanah (Perkataan yang baik) Nasehat atau petuah
3.Billadzi Hiyaa Ahsan (Berdebat/Diskusi dg Cara yang baik sopan,santun, bersifat Ilmiyah (Dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan,berdasar,Terukur)
Langkah-Langkah dalam berdakwah
1.Memahami Situasi tempat atau lokasi yang akan ditempati
2.Memahami bahasa yang dipahami
3.Pemilihan judul (Tema) yang relevan dengan situasi dan kondisi lokasi
4.Menggunakan alat pengeras suara
5.Penampilan yang menarik
6.Memasukkan unsur cerita (Kisah inspiratif)
7.Memasukkan candaan yang tidak berlebihan
8.Dialogtif (Umpan balik)
9.Memiliki gaya dan ciri khas tersendiri
10.Melatih Retorika yang baik
11.Mendamaikan dan tidak provokatif
12.Menyajikan data fakta solutif bukan Hoax
13.Mengetahui psikologi Dakwah
14.Adaptif (Beradaptasi dilingkungan manapun) seperti Orang tua,dewasa,Anak muda dan remaja
15.Murah senyum dalam penyampaian
16.Pantang menyerah
17.Kreatif yang tidak berlebihan
18.Mengedepankan akhlakul karimah (Etika)
19.Terstruktur (Sistematis)
20.Enerjik (Bersemangat)
21.Menyediakan Catatan Kecil (Inti Materi)
22.Membaca Do'a sebelum Tampil
*Basamalah 21 Kali
*Do'a Kelancaran Berbicara
A. Pengertian Retorika Dakwah
Retorika dakwah adalah seni dan teknik menyampaikan pesan-pesan Islam dengan bahasa yang baik, menarik, jelas, dan menyentuh hati, sehingga ajaran Islam dapat dipahami, diterima, dan diamalkan oleh pendengar (mad’u).
Singkatnya, retorika dakwah adalah cara berdakwah yang baik dan efektif.
B. Tujuan Retorika Dakwah
Retorika dakwah bertujuan untuk:
1.Menyampaikan ajaran Islam dengan benar
2.Menarik perhatian dan minat jamaah
3.Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran
4.Mengubah sikap dan perilaku menjadi lebih Islami
5.Menanamkan nilai keimanan dan akhlak mulia
C. Unsur-Unsur Retorika Dakwah
Retorika dakwah terdiri dari beberapa unsur penting:
1. Da’i (Penyampai Dakwah)
Orang yang menyampaikan dakwah. Syarat da’i:
- Memiliki ilmu agama
- Berakhlak baik
- Ikhlas dan bertanggung jawab
- Menjadi teladan dalam kehidupan
2. Mad’u (Pendengar Dakwah)
Orang yang menerima dakwah. Perlu diperhatikan:
- Usia
- Pendidikan
- Lingkungan
- Budaya dan kebiasaan
3. Materi Dakwah
Isi pesan yang disampaikan. Materi dakwah harus:
- Bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis
- Sesuai dengan kebutuhan jamaah
- Mudah dipahami dan bermanfaat
4. Metode Dakwah
Cara menyampaikan dakwah, seperti:
- Ceramah
- Kisah teladan
- Diskusi atau tanya jawab
- Nasihat dan keteladanan
5. Media Dakwah
Sarana penyampaian dakwah, misalnya:
- Mimbar dan masjid
- Sekolah atau madrasah
- Media sosial
- Video dan presentasi
D. Prinsip-Prinsip Retorika Dakwah dalam Islam
Islam mengajarkan cara berbicara yang baik, di antaranya:
Qaulan Sadidan
→ Perkataan yang benar dan jujur
Qaulan Baligha
→ Perkataan yang jelas dan tepat sasaran
Qaulan Layyina
→ Perkataan yang lemah lembut
Qaulan Ma’rufa
→ Perkataan yang baik dan sopan
Qaulan Karima
→ Perkataan yang penuh penghormatan
E. Teknik Retorika Dakwah yang Efektif
Agar dakwah mudah diterima, seorang da’i sebaiknya:
- Menggunakan bahasa sederhana
- Menyesuaikan materi dengan audiens
- Menyampaikan dengan suara jelas dan intonasi tepat
- Menggunakan contoh kehidupan sehari-hari
- Menyisipkan kisah inspiratif
- Menjaga sikap, mimik wajah, dan bahasa tubuh
- Mengakhiri dakwah dengan kesimpulan dan ajakan kebaikan
F. Etika Seorang Da’i dalam Berdakwah
Seorang da’i harus:
- Bersikap sopan dan santun
- Tidak menghina atau merendahkan
- Tidak berkata kasar
- Menghargai perbedaan pendapat
- Menyampaikan dakwah dengan kasih sayang
G. Contoh Singkat Retorika Dakwah
“Anak-anakku yang dirahmati Allah, kebersihan adalah bagian dari iman. Jika kita menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan, maka hidup kita akan lebih sehat dan ibadah kita lebih sempurna. Mari kita mulai dari hal kecil, membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan madrasah kita.”
H. Kesimpulan
Retorika dakwah sangat penting karena:
Dakwah bukan hanya apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya
Bahasa yang baik dan santun akan membuat dakwah mudah diterima
Retorika yang tepat dapat mengubah sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik
PSIKOLOGI DAKWAH
A. Pengertian Psikologi Dakwah
Psikologi dakwah adalah ilmu yang mempelajari jiwa, perasaan, sikap, dan perilaku manusia yang digunakan untuk membantu da’i menyampaikan pesan dakwah sesuai dengan kondisi mental dan psikologis mad’u, sehingga dakwah lebih efektif, menyentuh hati, dan mudah diterima.
Sederhananya:
👉 Psikologi dakwah adalah memahami perasaan dan karakter orang yang didakwahi agar pesan Islam sampai dengan baik.
B. Tujuan Psikologi Dakwah
Psikologi dakwah bertujuan untuk:
1. Memahami karakter dan kondisi mad’u
2. Menyampaikan dakwah sesuai kebutuhan dan masalah audiens
3. Menghindari penolakan dan kesalahpahaman
4. Menumbuhkan kesadaran dan perubahan perilaku
5. Menjadikan dakwah lebih humanis dan persuasif
C. Hubungan Psikologi dengan Dakwah
Manusia memiliki:
1.Pikiran (kognitif) → cara berpikir
2.Perasaan (afektif) → emosi dan sikap
3.Perilaku (psikomotorik) → tindakan
Dakwah yang baik harus menyentuh ketiganya, bukan hanya menyampaikan hukum, tetapi juga menyentuh hati dan mendorong perubahan sikap.
D. Unsur-Unsur Psikologi Dakwah
1. Da’i
Da’i harus:
-Memahami kondisi psikologis mad’u
-Bersikap empati dan sabar
-Menjadi pendengar yang baik
-Tidak mudah menghakimi
2. Mad’u
-Mad’u memiliki perbedaan:
-Usia (anak, remaja, dewasa)
-Latar belakang pendidikan
-Lingkungan keluarga
-Kondisi emosi dan masalah hidup
3. Pesan Dakwah
Pesan harus:
-Relevan dengan masalah mad’u
-Disampaikan secara bertahap
-Mengandung solusi, bukan hanya larangan
E. Prinsip-Prinsip Psikologi Dakwah
1. Empati
→ Mampu merasakan apa yang dirasakan mad’u
2. Pendekatan Bertahap (Tadarruj)
→ Dakwah dilakukan secara perlahan dan tidak memaksa
3. Motivasi (Targhib)
→ Memberi harapan dan dorongan
4. Peringatan yang Bijak (Tarhib)
→ Memberi peringatan tanpa menakut-nakuti berlebihan
5. Keteladanan (Uswah Hasanah)
→ Perilaku da’i menjadi contoh nyata
F. Pendekatan Psikologi Dakwah Berdasarkan Usia
1. Anak-anak
-Gunakan cerita dan permainan
-Bahasa sederhana
-Banyak pujian dan penghargaan
2. Remaja
-Ajak dialog, bukan menggurui
-Hubungkan dengan kehidupan sehari-hari
-Dengarkan pendapat mereka
3. Dewasa
-Gunakan logika dan dalil
-Beri solusi praktis
-Hargai pengalaman hidup mereka
G. Teknik Psikologi Dakwah yang Efektif
1. Menggunakan bahasa yang lembut
2. Menghindari kata-kata kasar dan menyalahkan
3. Memberikan contoh nyata
4. Menggunakan kisah inspiratif
5. Menyentuh emosi positif (harapan, kasih sayang)
6. Menyesuaikan gaya bicara dengan kondisi audiens
H. Contoh Penerapan Psikologi Dakwah
Kasus: Menegur siswa yang sering terlambat salat.
❌ Pendekatan salah:
> “Kamu malas dan tidak taat aturan!”
✅ Pendekatan psikologi dakwah:
> “Nak, salat itu bukan beban, tapi kebutuhan kita. Kalau kamu mau, Bapak bisa bantu atur waktumu supaya lebih mudah salat tepat waktu.”
I. Manfaat Psikologi Dakwah
-Dakwah lebih diterima dan tidak ditolak
-Terjalin hubungan yang baik antara da’i dan mad’u
-Mad’u merasa dihargai dan dipahami
-Perubahan sikap terjadi secara sadar
J. Kesimpulan
-Psikologi dakwah sangat penting karena:
-Setiap orang memiliki kondisi jiwa yang berbeda
-Dakwah yang baik tidak memaksa, tetapi mengajak
-Pendekatan hati akan lebih kuat daripada sekadar kata-kata
Qoutes
> “Dakwah yang menyentuh hati akan menetap lebih lama daripada dakwah yang hanya menyentuh telinga.”
DAKWAH DALAM BINGKAI TEKHNOLOGI
1. Pengertian
Dakwah dalam bingkai teknologi adalah menyampaikan ajaran Islam dengan menggunakan teknologi, seperti HP, internet, dan media sosial, agar pesan kebaikan mudah diterima banyak orang.
👉 Artinya: berdakwah tidak hanya di masjid, tapi juga lewat dunia digital.
2. Mengapa Dakwah Perlu Teknologi?
-Zaman sekarang serba digital
-Banyak orang, termasuk pelajar, aktif di media sosial
-Teknologi memudahkan dakwah sampai ke banyak orang
-Teknologi bisa menjadi sarana kebaikan
3. Tujuan Dakwah Berbasis Teknologi
-Mengajak kepada kebaikan
-Menyebarkan nilai Islam
-Mengingatkan sesama dengan cara yang menarik
-Mengisi media sosial dengan hal positif
4. Contoh Media Dakwah Teknologi
Siswa MTs bisa berdakwah melalui:
📱 WhatsApp → pesan motivasi Islami
📸 Instagram → poster atau quotes Islami
🎥 YouTube / TikTok → video dakwah singkat
💻 Internet → artikel atau cerita Islami
5. Prinsip Dakwah Digital
Saat berdakwah lewat teknologi, harus:
1. Menggunakan bahasa yang sopan
2. Isi pesan harus benar dan baik
3. Tidak menghina atau mengejek
4. Tidak menyebarkan hoaks
5. Mengajak, bukan memaksa
6. Etika Berdakwah di Media Sosial
-Berkomentar dengan santun
-Menghargai pendapat orang lain
-Tidak berkata kasar
-Menjaga akhlak sebagai pelajar Muslim
7. Contoh Dakwah Digital Sederhana
> “Gunakan HP-mu untuk kebaikan, karena setiap jari akan dimintai pertanggungjawaban.”
8. Manfaat Dakwah Teknologi
✅ Pesan kebaikan tersebar luas
✅ Media sosial jadi lebih positif
✅ Siswa belajar berdakwah dengan cara modern
✅ Menjadi amal jariyah
9. Kesimpulan
-Dakwah bisa dilakukan siapa saja
-Teknologi adalah alat untuk berdakwah
-Pelajar MTs bisa berdakwah dengan cara sederhana
-Gunakan teknologi untuk hal yang diridai Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar